Results 1 to 2 of 2

Thread: Cara Menstimulasi Perkembangan Otak Anak Agar Tumbuh Dengan Cerdas

  1. #1

    Cara Menstimulasi Perkembangan Otak Anak Agar Tumbuh Dengan Cerdas

    Seiring dengan tambahnya usia, perkembangan otak anak pasti akan terus meningkat. Tingkat kecerdasannya akan terus bertambah dengan kemampuan berpikirnya yang terus terasah hingga si kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas.
    Anak yang sehat dengan kecerdasan baik tentu menjadi idaman para orang tua. Namun mendidik anak menjadi cerdas tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Karena itu saat si kecil berada pada masa emas perkembangannya, stimulasi untuk otak anak sangat perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kecerdasannya.

    Tahapan Perkembangan Otak Anak
    Perlu Bunda ketahui, anak-anak memiliki peningkatan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan otaknya. Itulah mengapa kecerdasan anak pada usia tertentu cenderung tidak sama dengan anak yang usianya berbeda. Nah, berikut ini tahapan perkembangan otak yang anak alami pada usianya:

    Anak Usia 1-2 Tahun
    Ketika berusia 1-2 tahun, perkembangan otak anak berjalan dengan sangat pesat. Perkembangannya meliputi pembentukan syaraf, pematangan otak, dan hubungan antar neuron. Jika saat lahir berat otaknya hanya sekitar 27% dari berat otak orang dewasa maka pada usia 2 tahun otaknya sudah mencapai 90%. Pada usia ini, anak sudah mampu meniru perkataan dan tingkah laku orang disekitarnya serta memiliki rasa ingin tahu yang besar.

    Anak Usia 2-3 Tahun
    Otak anak yang menginjak usia 2-3 tahun sedang aktif-aktifnya membentuk sinapsis hingga 2 juta per detik. Pada dua area utama otak yang berfungsi memproses bahasa terjadi banyak peningkatan aktivitas. Oleh sebab itu, anak usia ini lebih sering berceloteh dan juga aktif.

    Anak Usia 3-4 Tahun
    Pada usia ini, perkembangan otak dipengaruhi oleh asupan gizi dan lingkungan anak. Jika kebutuhan gizi dan lingkungannya dalam kondisi baik maka otaknya akan memiliki milyaran sel atau neuron. Anak usia 3-4 tahun sudah bisa menyebut namanya, mengenal warna, memahami angka dan juga memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar sehingga membuat ia sering bertanya.

    Anak Usia 4-5 Tahun
    Gizi lengkap dan seimbang sangat penting tercukupi di usia ini. Hal ini karena gizi sangat diperlukan untuk membentuk jaringan otak anak dan mendukung perkembangan otaknya. Anak usia ini sudah bisa memahami persamaan dan perbedaan, kemampuan dan keterampilan anak juga akan mulai terlihat, bahkan ketertarikannya pada suatu hal juga mulai muncul.

    Cara Menstimulasi Perkembangan Otak Anak
    Untuk mendidik anak agar tumbuh menjadi anak cerdas dengan otak yang berkembang optimal, stimulasi otak sangat perlu untuk Bunda lakukan. Untuk itu, berikut cara-cara menstimulasi perkembangan saraf anak yang bisa Bunda ikuti:

    Biarkan Anak Bereksplorasi
    Dorongan rasa penasaran anak memang membuatnya sulit untuk diam. Kondisi ini tidak jarang membuat sebagian besar orang tua membatasi ruang gerak anak karena khawatir akan hal ini. Padahal sebenarnya membiarkan anak bebas bereksplorasi juga termasuk cara untuk mengembangkan otak anak. Dimana anak bisa menemukan hal baru sekaligus melatih kemampuan fisiknya.

    Puaskan Rasa Ingin Tahu Anak
    Di usia anak-anak, rasa ingin tahu yang mereka miliki sangat besar sehingga membuatnya lebih sering untuk bertanya. Hal ini merupakan tanda yang baik untuk perkembangan otaknya karena saat ia banyak bertanya maka kemampuan bahasa dan berpikirnya menjadi lebih sering berkembang.

    Saat anak mengajukan pertanyaan, usahakan untuk menjawabnya dengan kalimat yang mudah ia pahami agar anak puas. Jangan pernah untuk mengecoh anak dengan jawaban asal bahkan jika Bunda tidak tahu jawabannya karena itu menyebabkan anak menyerap pengetahuan yang salah.

    Sering Membaca dan Bernyanyi
    Sebelum anak pandai berbicara atau membaca, ia akan belajar berbagai bahasa dan kosakata dari apa yang ia dengar setiap hari. Oleh sebab itu, sebaiknya selalu sempatkan waktu untuk membaca bersama si kecil. Atau jika itu dirasa sulit dan membosankan, Bunda bisa melakukan hal yang lebih seru yaitu menyanyikan lagu anak-anak. Rutinitas ini akan menambah kosa kata baru untuk anak serta melatih konsentrasi anak sekaligus keterampilan linguistiknya.

    Ajak Bermain Permainan Edukatif
    Tahukah Bunda jika waktu bermain juga penting untuk perkembangan otak balita? Bermain ternyata juga bisa membantu mengembangkan kecerdasan otak anak dengan menstimulasinya. Contoh permainan edukatif ini seperti puzzle, lego, bola, menyusun balok, atau bahkan permainan sederhana seperti melipat kertas, mewarnai gambar, atau petak umpet. Permainan ini akan mengasah otak anak dan melatih kemampuan sensor motoriknya.

    Berikan Kesempatan Anak Belajar Sendiri
    Saat anak berusia 1,5 sampai 2 tahun, ia akan mulai menunjukkan keinginannya untuk melakukan sesuatu sendiri. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan rasa kesal, marah atau ketidakbutuhannya akan bantuan orang lain. Jika ini terjadi, lebih baik beri kesempatan pada anak untuk belajar melakukan apapun sendiri. Namun tetap dampingi dan awasi jikalau ia butuh bantuan.

    Bangun Komunikasi Yang Positif
    Meski anak masih belum pandai berbicara, Bunda tetap perlu membangun komunikasi yang positif dengan anak. Hal ini bisa dilakukan dengan cara Bunda memperlakukan si kecil, baik lewat tatapan mata, menggendong, menyentuh dan bentuk komunikasi lain. Atau jika anak sudah mulai memahami sesuatu, tidak ada salahnya untuk sering-sering mengajak ia bicara, bertanya deskriptif atau menceritakan sesuatu yang menyenangkan.

    Di usia anak-anak, otak memang bak spons yang mampu menyerap banyak informasi sekaligus. Itu sebabnya perkembangan otak anak bisa meningkat dengan sangat cepat. Untuk mendukung anak tumbuh cerdas, stimulasi otak yang dilakukan juga harus dibarengi dengan pemenuhan gizi dan waktu tidur yang tercukupi.

  2. #2
    Junior Member
    Join Date
    Jan 2000
    Posts
    3

    Quote Originally Posted by PencegahAbadi View Post
    Seiring dengan tambahnya usia, perkembangan otak anak pasti akan terus meningkat. Tingkat kecerdasannya akan terus bertambah dengan kemampuan berpikirnya yang terus terasah hingga si kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas.
    Anak yang sehat dengan kecerdasan baik tentu menjadi idaman para orang tua. Namun mendidik anak menjadi cerdas tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Karena itu saat si kecil berada pada masa emas perkembangannya, stimulasi untuk otak anak sangat perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kecerdasannya.

    Tahapan Perkembangan Otak Anak
    Perlu Bunda ketahui, anak-anak memiliki peningkatan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan otaknya. Itulah mengapa kecerdasan anak pada usia tertentu cenderung tidak sama dengan anak yang usianya berbeda. Nah, berikut ini tahapan perkembangan otak yang anak alami pada usianya:

    Anak Usia 1-2 Tahun
    Ketika berusia 1-2 tahun, perkembangan otak anak berjalan dengan sangat pesat. Perkembangannya meliputi pembentukan syaraf, pematangan otak, dan hubungan antar neuron. Jika saat lahir berat otaknya hanya sekitar 27% dari berat otak orang dewasa maka pada usia 2 tahun otaknya sudah mencapai 90%. Pada usia ini, anak sudah mampu meniru perkataan dan tingkah laku orang disekitarnya serta memiliki rasa ingin tahu yang besar.

    Anak Usia 2-3 Tahun
    Otak anak yang menginjak usia 2-3 tahun sedang aktif-aktifnya membentuk sinapsis hingga 2 juta per detik. Pada dua area utama otak yang berfungsi memproses bahasa terjadi banyak peningkatan aktivitas. Oleh sebab itu, anak usia ini lebih sering berceloteh dan juga aktif.

    Anak Usia 3-4 Tahun
    Pada usia ini, perkembangan otak dipengaruhi oleh asupan gizi dan lingkungan anak. Jika kebutuhan gizi dan lingkungannya dalam kondisi baik maka otaknya akan memiliki milyaran sel atau neuron. Anak usia 3-4 tahun sudah bisa menyebut namanya, mengenal warna, memahami angka dan juga memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar sehingga membuat ia sering bertanya.

    Anak Usia 4-5 Tahun
    Gizi lengkap dan seimbang sangat penting tercukupi di usia ini. Hal ini karena gizi sangat diperlukan untuk membentuk jaringan otak anak dan mendukung perkembangan otaknya. Anak usia ini sudah bisa memahami persamaan dan perbedaan, kemampuan dan keterampilan anak juga akan mulai terlihat, bahkan ketertarikannya pada suatu hal juga mulai muncul.

    Cara Menstimulasi Perkembangan Otak Anak
    Untuk mendidik anak agar tumbuh menjadi anak cerdas dengan otak yang berkembang optimal, stimulasi otak sangat perlu untuk Bunda lakukan. Untuk itu, berikut cara-cara menstimulasi perkembangan saraf anak yang bisa Bunda ikuti:

    Biarkan Anak Bereksplorasi
    Dorongan rasa penasaran anak memang membuatnya sulit untuk diam. Kondisi ini tidak jarang membuat sebagian besar orang tua membatasi ruang gerak anak karena khawatir akan hal ini. Padahal sebenarnya membiarkan anak bebas bereksplorasi juga termasuk cara untuk mengembangkan otak anak. Dimana anak bisa menemukan hal baru sekaligus melatih kemampuan fisiknya.

    Puaskan Rasa Ingin Tahu Anak
    Di usia anak-anak, rasa ingin tahu yang mereka miliki sangat besar sehingga membuatnya lebih sering untuk bertanya. Hal ini merupakan tanda yang baik untuk perkembangan otaknya karena saat ia banyak bertanya maka kemampuan bahasa dan berpikirnya menjadi lebih sering berkembang.

    Saat anak mengajukan pertanyaan, usahakan untuk menjawabnya dengan kalimat yang mudah ia pahami agar anak puas. Jangan pernah untuk mengecoh anak dengan jawaban asal bahkan jika Bunda tidak tahu jawabannya karena itu menyebabkan anak menyerap pengetahuan yang salah.

    Sering Membaca dan Bernyanyi
    Sebelum anak pandai berbicara atau membaca, ia akan belajar berbagai bahasa dan kosakata dari apa yang ia dengar setiap hari. Oleh sebab itu, sebaiknya selalu sempatkan waktu untuk membaca bersama si kecil. Atau jika itu dirasa sulit dan membosankan, Bunda bisa melakukan hal yang lebih seru yaitu menyanyikan lagu anak-anak. Rutinitas ini akan menambah kosa kata baru untuk anak serta melatih konsentrasi anak sekaligus keterampilan linguistiknya.

    Ajak Bermain Permainan Edukatif
    Tahukah Bunda jika waktu bermain juga penting untuk perkembangan otak balita? Bermain ternyata juga bisa membantu mengembangkan kecerdasan otak anak dengan menstimulasinya. Contoh permainan edukatif ini seperti puzzle, lego, bola, menyusun balok, atau bahkan permainan sederhana seperti melipat kertas, mewarnai gambar, atau petak umpet. Permainan ini akan mengasah otak anak dan melatih kemampuan sensor motoriknya.

    Berikan Kesempatan Anak Belajar Sendiri
    Saat anak berusia 1,5 sampai 2 tahun, ia akan mulai menunjukkan keinginannya untuk melakukan sesuatu sendiri. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan rasa kesal, marah atau ketidakbutuhannya akan bantuan orang lain. Jika ini terjadi, lebih baik beri kesempatan pada anak untuk belajar melakukan apapun sendiri. Namun tetap dampingi dan awasi jikalau ia butuh bantuan.

    Bangun Komunikasi Yang Positif
    Meski anak masih belum pandai berbicara, Bunda tetap perlu membangun komunikasi yang positif dengan anak. Hal ini bisa dilakukan dengan cara Bunda memperlakukan si kecil, baik lewat tatapan mata, menggendong, menyentuh dan bentuk komunikasi lain. Atau jika anak sudah mulai memahami sesuatu, tidak ada salahnya untuk sering-sering mengajak ia bicara, bertanya deskriptif atau menceritakan sesuatu yang menyenangkan.

    Di usia anak-anak, otak memang bak spons yang mampu menyerap banyak informasi sekaligus. Itu sebabnya perkembangan otak anak bisa meningkat dengan sangat cepat. Untuk mendukung anak tumbuh cerdas, stimulasi otak yang dilakukan juga harus dibarengi dengan pemenuhan gizi dan waktu tidur yang tercukupi.



    owh y y y ternyata begitu cara mestimulasi perkembangan otak anak yaah ...

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •