Jika berbicara tentang kebutuhan gizi anak, orang tua pasti akan selalu dituntut untuk mencukupinya. Tapi tahukah Bunda seberapa penting peran gizi untuk anak pada masa pertumbuhan hingga harus terus tercukupi?

Asupan makanan untuk anak memang harus selalu dijaga dan diperhatikan. Orang tua juga diminta untuk lebih selektif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi anak. Hal ini tentu bertujuan baik yaitu agar anak tumbuh dengan sehat dan pintar sekaligus mencegah ia mengalami masalah pertumbuhan akibat kurang gizi.

Pentingnya Kebutuhan Gizi yang Tercukupi Untuk Anak
Sejak anak masih dalam kandungan, Bunda pasti sudah rutin mengonsumsi makanan yang bergizi. Tentu tidak mengherankan jika setelah si kecil lahir, kebutuhan gizinya juga harus terus tercukupi. Saat bayi baru lahir, ASI adalah sumber gizi yang paling utama bagi bayi. Baru setelah ia semakin tumbuh besar, pemenuhan kebutuhan gizi lewat makanan akan mulai dikenalkan pada anak.

Tahukah Bunda mengapa gizi selalu dibutuhkan anak bahkan saat ia masih dalam kandungan? Hal ini karena gizi memiliki peran penting dalam mengoptimalkan kinerja tubuh. Dimana ini berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dalam rahim hingga dewasa. Itu sebabnya memastikan kebutuhan nutrisi anak selalu tercukupi menjadi sangatlah penting.

Kebutuhan gizi harian yang tercukupi dengan baik akan mendukung jalannya tumbuh kembang anak. Kesehatan anak akan terus terpelihara dengan kekebalan tubuh yang kuat karena gizi yang lengkap. Selain itu, gizi juga merupakan sumber energi yang selalu dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas. Peran gizi ini tentu sangat dibutuhkan terutama pada masa pertumbuhan anak, jadi harus selalu tercukupi.

Dampak Gizi Anak Tidak Tercukupi
Gizi telah dikatakan sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu bila tidak tercukupi dengan baik, hal ini akan memberikan dampak yang buruk bagi kondisi fisik dan mental anak. Dampak buruk yang terjadi pada anak yang kekurangan gizi antara lain seperti:

Pertumbuhan Fisik Tidak Optimal
Saat kebutuhan gizi tidak tercukupi, pertumbuhan anak akan terhambat. Postur tubuh anak akan kecil dan pendek karena tulangnya tidak mampu bertambah besar dan panjang dengan optimal. Bahkan dampak terburuk pada pertumbuhan yang bisa saja dialami adalah berhentinya pertumbuhan sebelum waktunya yang menyebabkan anak memiliki tubuh kerdil.

Mudah Terinfeksi Penyakit
Anak yang kekurangan gizi cenderung lebih mudah sakit karena sistem imunnya yang lemah. Ini karena untuk membangun sistem imun atau kekebalan tubuh, gizi sangat dibutuhkan sehingga jika tubuh tidak menerima asupan gizi maka tubuh juga tidak bisa membangun kekebalan tubuhnya. Apalagi usia anak-anak masih sangat rentan terhadap berbagai infeksi penyakit.

Terganggunya Kesehatan Mental dan Emosional
Kebutuhan gizi balita yang tidak tercukupi tidak hanya akan berdampak buruk pada pertumbuhan dan kesehatan fisik anak. Gangguan kesehatan mental dan emosional juga mungkin diderita oleh anak. Gangguan dalam segi psikologis ini bisa berupa rasa cemas berlebihan, sulit konsentrasi, hingga guncangan mental yang memerlukan konseling kesehatan mental.

Tingkat Kecerdasan Rendah
Anak dengan gizi buruk cenderung tidak bisa fokus dan sulit untuk menerima hal baru. Hal ini akan membuat anak ketinggalan pelajaran saat di sekolah sehingga kecerdasannya sulit untuk meningkat. Bukan hanya itu, kemampuan anak dalam bersosialisasi juga rendah sehingga ia kesulitan mencari teman. Kondisi ini tentu akan berakibat buruk pada kehidupannya di masa depan.

Tips Untuk Mencukupi Kebutuhan Gizi Anak
Agar kebutuhan gizi selalu tercukupi di masa pertumbuhan anak, peran Bunda sangat diperlukan disini. Untuk itu, berikut tips-tips untuk mencukupi kebutuhan gizi harian anak yang bisa Bunda ikuti:

Selalu Berikan Asupan Makanan Sehat
Makanan merupakan sumber gizi utama bagi tubuh. Bahkan bukan hanya anak-anak yang membutuhkan gizi dari makanan, orang dewasa juga membutuhkan hal yang sama. Karena itu selalu pastikan makanan yang Bunda berikan pada anak memiliki nilai gizi yang mencukupi kebutuhannya. Yaitu meliputi protein, karbohidrat, lemak, mineral dan juga vitamin. Susu Kesehatan Anak sebaiknya masuk dalam menunya untuk memastikan si kecil tetap sehat.

Bentuk Pola Makan yang Teratur
Dengan pola makan yang teratur, mencukupi kebutuhan gizi anak dapat menjadi lebih mudah. Bentuk pola ini sebaiknya Bunda terapkan sejak anak masih kecil agar hal ini menjadi sebuah kebiasaan saat ia tumbuh besar. Membentuk pola makan ini bisa dimulai dengan mengatur waktu makan serta membiasakan anak menghabiskan makanannya.

Hindari Junk Food
Makanan yang satu ini memang menggugah selera makan dengan tampilannya yang terlihat lezat. Namun disamping itu, makanan cepat saji atau junk food ini mengandung bahan pengawet dan rendah nilai gizi. Jadi sebisa mungkin hindari memberikan junk food pada anak. Apalagi beberapa bahan yang ditambahkan pada junk food biasanya tidak baik untuk kesehatan anak.

Pastikan Cairan Tubuh Anak Terpenuhi
Yang tidak kalah penting dari asupan makanan adalah pemenuhan cairan tubuh. Oleh karena itu, selain memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi, pastikan juga cairan tubuhnya terpenuhi. Sebab cairan ini juga diperlukan tubuh dalam menyerap gizi dari makanan. Ditambah lagi pada masa pertumbuhan, anak-anak biasanya sangat aktif sehingga mudah kehilangan cairan.

Ajarkan Kebiasaan Cuci Tangan
Mengajarkan kebiasaan cuci tangan pada anak juga merupakan upaya dalam mencukupi kebutuhan gizinya. Saat tangan anak bersih dari kuman dan kotoran, asupan gizi yang diterima oleh tubuh dapat diserap secara optimal. Ajari anak untuk selalu mencuci tangan sebelum atau sesudah melakukan apapun.

Nah, sekarang Bunda tahukan seberapa penting mencukupi kebutuhan gizi anak. Oleh sebab itu agar masa pertumbuhan anak dapat dilewati dengan baik, selalu bantu cukupi kebutuhan gizi anak dan pastikan juga gizi yang ia dapatkan seimbang