VIVA


Setiap orang pasti pernah merasa sedih, terutama ketika ditinggal oleh orang kesayangan, putus cinta dan lain sebagainya. Tapi masih banyak yang menyamakan antara sedih dan depresi.

Padahal keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Seorang psikolog dan penulis, Guy Winch, mengatakan bahwa kesedihan adalah emosi manusia yang normal.

"Kita semua pernah mengalaminya. Kesedihan biasanya dipicu oleh peristiwa, pengalaman, atau situasi yang sulit, menyakitkan, menantang, atau mengecewakan," kata dia.

Dengan kata lain, lanjut Winch, seseorang cenderung merasa sedih karena sesuatu. Ini juga berarti bahwa ketika sesuatu berubah, rasa sakit emosional itu memudar, kesedihan tersebut hilang.

Selain itu, Marwa Azab, profesor psikologi tambahan di California State University, Long Beach, mengatakan kesedihan adalah respons sehat terhadap segala jenis kehilangan, hasil yang mengecewakan, atau komentar yang menyakitkan. Namun, berbeda halnya dengan kesedihan, depresi justru adalah keadaan emosi yang tidak normal. Ini adalah penyakit mental yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berperilaku.

"Ketika kita depresi, kita merasa sedih terkait segalanya. Depresi tidak selalu membutuhkan peristiwa atau situasi yang sulit, kehilangan, atau perubahan keadaan sebagai pemicu. Bahkan, sering terjadi tanpa adanya pemicu seperti itu,"kata Winch dilansir laman Health 24.

Ketika seorang mengalami depresi, hal itu memengaruhi setiap bagian kehidupan. Hal-hal yang pernah terasa nikmat tidak lagi menyenangkan, menjadi menguras energi dan motivasi. Hal itu membuat tidak sabar, mudah marah, dan merasa gagal.





---> SUMBER <---