Perkembangan bayi yang melibatkan aktivitas fisik setelah melewati usia 1 tahun adalah belajar berjalan tanpa tumpuan atau tanpa bantuan. Perkembangan fisiknya pun akan berkembang semakin pesat seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Saat ia memasuki usia 3 tahun ke atas, balita akan terlihat lebih gesit, kuat dan atletis. Keterampilan motorik baik kasar maupun halus juga akan terlihat semakin jelas di usianya ini.

Untuk melatih keterampilan motorik halus dan kasar pada balita, Anda bisa melakukan beragam stimulasi kegiatan fisik agar keterampilan motorik bisa berjalan seiring dengan kemampuan koordinasi dan dan keseimbangan tangan dan mata. Pada masa perkembangan ini, balita membutuhkan stimulasi secara terus menerus.

Selain dengan memberikan stimulasi fisik, Anda juga bisa memberikan susu anak 1 tahun guna menjaga asupan nutrisi yang masuk dan membantu pertumbuhan fisik bayi agar bisa berkembang sesuai dengan usianya. Saat balita melakukan berbagai gerakan fisik, ia juga membutuhkan banyak sekali nutrisi dan energi karena bagian otot dan otaknya bekerja secara bersamaan. Untuk merangsang kemampuan motoriknya, Anda bisa mengajaknya bermain bersama agar anak memiliki banyak kesempatan untuk melatih fisiknya.
Adapun kegiatan bermain yang bisa Anda lakukan bersama dengan balita adalah sebagai berikut.
1. Meniup Gelembung
Permainan pertama yang bisa Anda gunakan untuk melatih aktivitas fisik balita adalah dengan mengajak anak bermain gelembung. Anda bisa meniupkan gelembung, lalu biarkan balita mengejar gelembung yang telah Anda tiup. Arahkan balita untuk memecahkan gelembung baik dengan cara menginjak, meraihnya sambil melompat dan menepuk. Anda juga bisa membuat stik gelembung dengan ukuran yang berbeda agar balita belajar tentang ukuran kecil dan juga besar.
2. Menggelindingkan Bola
Permainan selanjutnya adalah dengan bermain menggelindingkan bola, duduklah berhadap-hadapan dengan balita berjarak sekitar setengah meter. Gelindingkan secara perlahan ke arah balita, lalu mintalah balita untuk menangkapnya. Setelah ia sudah menangkap bola tersebut, mintalah balita untuk menggelindingkan kembali bolanya. Beri semangat agar ia berhasil melakukannya. Setelah balita semakin mahir, Anda bisa memperbesar jarak atau menggelindingkannya dengan cepat.
3. Bermain Halang Rintang
Permainan selanjutnya adalah permainan halang rintang. Permainan ini sangat cocok bagi balita yang sedang bertransisi dari merangkak ke berjalan. Gunakan bantal atau guling untuk membuat jalur rintangan. Tata bantal beberapa lebih rendah dan beberapa lagi lebih tinggi, setelah sudah tertata ajak balita untuk menuju ke arah Anda dengan melewati bantal yang tertata.

Permainan lain yang bisa Anda lakukan untuk melatih aktiviras fisik balita adalah dengan bermain keseimbangan. Caranya cukup mudah, buatlah balok keseimbangan dari kayu, atau ajak balita untuk bermain ke arena bermain yang memiliki alat permainan yang menantang keseimbangan. Bantulah balita berjalan di atas papan balok dengan memegang tangannya. Setelah di rasa cukup percaya diri, mintalah balita untuk berjalan sendiri tanpa bantuan.

Dengan rutin memberikan asupan nutrisi seperti susu anak 1 tahun dan rutin memberikan stimulasi, bisa dipastikan jika perkembangan kemampuan motorik anak baik itu halus maupun kasar bisa berkembang dengan maksimal. Pastikan selalu untuk memberikan dukungan di setiap langkah yang balita lalui. Agar ia memiliki tubuh yang sehat dan juga kuat. Serta memiliki kecerdasan otak yang maksimal dan pertumbuhan pun berjalan sesuai dengan usianya. Aktivitas fisik balita memang membutuhkan stimulasi yang maksimal. Untuk itu, sebagai orangtua, Anda harus melatih kemampuan motorik anak agar bisa berkembang sesuai dengan usianya.